SAUH BAGI JIWA
Pakaian Baru Sang Raja
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya” (Markus 10:15)
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya” (Markus 10:15)
Saya pernah membaca sebuah dongeng yang berjudul ‘Pakaian Baru Sang Raja’. Dongeng tersebut menceritakan dua penipu yang membuat pakaian untuk sang raja. Mereka mengumumkan bahwa pakaian itu tidak dapat dilihat oleh orang-orang bodoh. Mereka berpura-pura mengukur tubuh raja, tapi sebenarnya tidak membuat apa pun. Namun, mereka seakan-akan mengenakan pakaian itu pada raja.
Ketika orang-orang melihat raja yang telanjang itu, mereka semua memuji ‘pakaian’ raja yang indah. Massa berusaha menunjukkan bahwa mereka pintar. Namun akhirnya, seorang anak kecil muncul di antara kerumunan dan sambil tertawa berkata, “Raja kita tidak mengenakan pakaian apa pun!”
Dongeng yang lucu ini ternyata penuh makna. Hanya karena penjahit berkata bahwa orang bodoh tidak dapat melihat pakaian itu, maka semua orang mulai memujinya. Tapi di dalam hati mereka, hanya ada keraguan dan kebingungan, karena kenyataannya pakaian itu tidak ada, namun semua orang berkata bahwa mereka melihatnya. Mereka berkumpul dalam kebohongan.
Di sini kita belajar bahwa pakaian adalah sesuatu yang seharusnya dapat dilihat dengan bukti nyata, sama seperti Roh Kudus yang Tuhan janjikan. Tuhan mengerti kelemahan manusia, maka Ia meminta Bapa untuk mengutus Roh Kudus (Yoh. 15:26), untuk menguatkan iman kita dan berdoa bagi kita.
Alkitab dengan jelas mencatatkan bahwa ketika menerima Roh Kudus yang dijanjikan, lidah kita akan digerakkan dan mulai berbahasa roh. Suaranya dapat terdengar, gerakan lidahnya dapat terlihat–kebenaran tentang Roh Kudus nyata bagi semua orang. Jika tanda-tanda itu tidak ada, berarti seseorang belum menerima Roh Kudus. Dan bila ia tetap dianggap memiliki Roh Kudus, itu sama seperti kerumunan yang memuji sang raja berpakaian indah padahal ia sebenarnya telanjang.
Roh Kudus adalah Roh Allah, sebuah mukjizat yang sangat berharga dari Allah. Namun, tidak semua orang di dunia dapat menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu. Banyak orang mengeraskan hati, tidak percaya akan keberadaan Roh Kudus, atau dengan sengaja menolak karya Roh Kudus.
Ketika semua orang menutupi hati nurani mereka dan memuji sang raja, tidak ada yang berani berkata jujur. Tapi ada seorang anak yang polos tampil dan membongkar kebohongan besar itu. Seorang anak kecil tidak tahu cara berbohong, tindakannya murni dan tulus.
Demikian pula kita seharusnya di hadapan Tuhan. Kita seharusnya dengan iman yang sederhana dan hikmat yang polos mampu bersungguh-sungguh mengejar Roh Kudus. Allah akan mengirimkan Roh Kudus yang dijanjikan itu kepada kita, agar kita mengandalkan Dia dan mengejar kekudusan di dunia ini.
Kita juga harus waspada agar tidak puas hanya dengan ‘sekilas sentuhan Roh Kudus’, lalu berhenti mengejar kepenuhan Roh Kudus. Jangan sampai karena sudah menerima Roh Kudus yang dijanjikan, kita malah menjadi lalai dan malas.
Kiranya di hari-hari mendatang, kita terus menerima tuntunan Roh Kudus. Sehingga saat menyambut Sang Raja kelak, kita akan mengenakan pakaian putih yang murni dan tanpa kekurangan apa pun. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 28 Februari – 1 Maret 2026
1. Bacalah renungan “KITA MENCARI DAMAI”
2. Pikirkanlah satu hal yang dapat Anda syukuri pada hari ini. Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita pun dapat selalu mengucap syukur di dalam doa-doa kita.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.