SAUH BAGI JIWA
Cangkir yang Berlubang
Bacaan Alkitab Harian –
“Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar” (1 Timotius 6:6)
“Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar” (1 Timotius 6:6)
Bayangkan kita memiliki sebuah cangkir yang tampak sangat mewah dan mahal. Namun, ada satu masalah besar. Dasar cangkir itu berlubang! Setiap kali kita menuangkan air ke dalamnya, air itu akan langsung mengalir keluar. Karena kita ingin cangkir itu terisi penuh, kita terus berlari mencari sumber air, kemudian mengisi cangkir tersebut lagi dan lagi, tapi itu semua sia-sia. Pada saat itu, kita akan merasa kelelahan dan stres.
Cangkir pada ilustrasi tersebut adalah hidup kita. Air adalah pencapaian atau harta yang kita kejar di dunia ini. Lubang di dasar cangkir adalah hati kita yang tidak pernah merasa puas atau cukup. Seseorang bisa saja memiliki ‘air’ atau kekayaan yang melimpah, tapi jika hatinya ‘bocor’ atau tidak pernah puas, maka ia tidak akan pernah merasa bahagia. Ia akan selalu merasa kurang, cemas, bahkan iri hati dengan cangkir yang dimiliki oleh orang lain.
Ayat emas kita pada hari ini mengatakan, “Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.” Ibadah pada ayat ini dalam bahasa asalnya berarti kesalehan. Kata ini berarti memiliki sifat Allah, iman yang tulus, hati yang murni, menjalani hidup sesuai dengan firman Allah, serta hanya mengabdi kepada Allah dengan sungguh-sungguh, tidak ada maksud lain yang tersembunyi. Sedangkan rasa cukup pada ayat tersebut berarti kepuasan, yaitu dengan sukacita menerima keadaan apa pun yang Allah berikan.
Pada hari ini, banyak orang mungkin beranggapan bahwa “ibadah” biasanya mengacu pada kegiatan kebaktian maupun persekutuan di gereja. Namun, arti kata tersebut dalam surat
Kesalehan dan kepuasan tidak dapat dipisahkan karena jika kita hidup saleh atau hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, dan merasa cukup akan apa yang kita miliki, maka kita akan mendapatkan keuntungan besar secara rohani. Kita dapat memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan. Kita tidak akan terjerat oleh kecemasan dan keserakahan, melainkan kita akan bersukacita di dalam Kristus.
Pada hari ini, ada banyak orang di dunia yang terus-menerus berusaha meningkatkan standar hidup dan status sosial mereka. Berbagai cara mereka tempuh untuk dapat menjadi ‘lebih’. Ingin mendapatkan posisi yang lebih tinggi, maka mereka bekerja setiap hari, termasuk pada hari Sabat. Ingin mendapatkan untung yang lebih besar, maka mereka membohongi pelanggan. Mungkin ada masih banyak lagi contoh lainnya.
Berhati-hatilah jika kita tidak pernah merasa puas akan apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Berhati-hatilah jika hati kita mencintai uang, karena hal tersebut dapat membuat kita rentan terhadap godaan, yang akhirnya dapat membuat kita mengorbankan iman demi mengejar kekayaan.
Merasa puas bukan berarti tidak melakukan apa pun dan berdiam diri. Kita tetap menjadi pribadi yang bersemangat untuk terus maju dan terus berkembang–hal ini dapat memuliakan nama Tuhan. Tapi, jangan sampai hati kita terpaut pada kekayaan atau cinta akan uang, sehingga kita melupakan iman kita.
Hiduplah dengan saleh dan cukupkanlah diri kita dengan apa yang ada pada kita. Fokuslah pada kekayaan rohani yang tidak dapat dirusak oleh karat atau dicuri. Saat kita memiliki Kristus, kita sebenarnya sudah memiliki segalanya. Tuhan Yesus memberkati kita.
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
1 Timotius 6:1-10
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
1 Semua orang yang menanggung beban perbudakan hendaknya menganggap tuan mereka layak mendapat segala penghormatan, agar nama Allah dan ajaran kita jangan dihujat orang.
2a Jika tuan mereka seorang percaya, janganlah ia kurang disegani karena bersaudara dalam Kristus, melainkan hendaklah ia dilayani mereka dengan lebih baik lagi, karena tuan yang menerima berkat pelayanan mereka ialah saudara yang percaya dan yang kekasih.
1 Timotius 6:2b-10
Mengenai penyakit bersilat kata dan mengenai cinta uang
2b Ajarkanlah dan nasihatkanlah semuanya ini.
3 Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat – yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus – dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita,
4 ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga,
5 percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan.
6 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.
7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.
8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ