SAUH BAGI JIWA
Kasih dan Ketegasan dalam Keluarga Rohani
Bacaan Alkitab Harian –
“Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman” (1 Timotius 5:8)
“Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman” (1 Timotius 5:8)
Tidak sedikit orang memandang gereja sebagai keluarga rohani, tempat berbagai latar belakang dan usia berada dalam satu keluarga yang sama. Pandangan ini berulang kali ditegaskan dalam Alkitab, khususnya melalui surat-surat Rasul Paulus kepada jemaat. Dalam suratnya kepada Timotius, ia juga memberikan pengingat tentang kehidupan bergereja, termasuk bagaimana bersikap satu sama lain. Hal ini tampak jelas dalam
Umumnya, kita memandang kata ‘teguran’ sebagai suatu aksi yang negatif. Namun, penulis Amsal mengingatkan, “Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi” (Ams 27:5). Rasul Paulus juga mengingatkan bahwa kehidupan bersama dalam gereja tidak luput dari teguran. Teguran ini bermanfaat untuk mengingatkan orang-orang yang mungkin melakukan perilaku kurang baik di lingkungan gereja, baik dilakukan secara sadar ataupun tidak. Misalnya, memiliki kebiasaan bercanda yang membuat orang lain merasa tidak nyaman, bersikap suka mengambil keputusan sendiri, ataupun mengaplikasikan kebenaran dengan tidak tepat. Itulah salah satu fungsi dari keluarga rohani, yaitu untuk saling mengingatkan.
Namun, kita juga diingatkan bahwa penting untuk menegur dengan sikap yang benar. Ketika menegur jemaat yang lebih muda daripada kita, kita diminta untuk menegur seperti kepada saudara sendiri, yaitu dengan kemurnian, yang di dalamnya terkandung kasih. Di usia muda, kita memang masih belum mempunyai banyak pengalaman dan masih mencoba untuk melakukan sesuatu dengan benar. Begitu pula ketika menegur orang yang tua, kiranya kita dapat menegur mereka seperti kepada orang tua kita. Maka, penting bagi kita untuk menegur orang yang tua bukan dengan kekerasan atau bersifat memaksa, tetapi dengan hormat.
Perikop kedua membahas tentang tanggung jawab jemaat terhadap para janda. Nyatanya di masa itu, ada beberapa janda dan keluarga mereka yang memanfaatkan bantuan dari gereja. Ada keluarga yang cenderung tidak mau membantu merawat anggota keluarga mereka yang janda. Ada pula janda-janda muda yang bermalas-malasan dan melakukan hal-hal yang tidak berguna. Karena itu, Rasul Paulus memberikan nasihat untuk mengambil tindakan tegas, sehingga gereja dapat membantu janda yang benar-benar janda. Ia juga memberikan kriteria-kriteria untuk mengenali para janda yang seharusnya dibantu oleh gereja.
Di masa sekarang, orang-orang juga dapat mencoba mengambil keuntungan dari kasih yang diberikan gereja. Kita diingatkan untuk bersikap tegas dan memberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Dengan begitu, gereja dapat menyalurkan kasih dalam bentuk bantuan dengan maksimal dan tepat.
Melalui kedua perikop dari surat Rasul Paulus ini, kita kembali belajar mengenai sikap jemaat dalam bergereja. Kita perlu belajar untuk menegur sesama dengan kasih. Selain itu kita juga harus bersikap bijak dan tegas di dalam memberikan pertolongan kepada orang lain. Dengan ketegasan yang berlandaskan kasih, kiranya keluarga rohani kita dapat bertumbuh dalam kebenaran dan kiranya kita dapat saling membangun. Amin.
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
1 Timotius 5:1-16
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Mengenai saudara-saudara seiman
1 Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu,
2 perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian.
Mengenai janda
3 Hormatilah janda-janda yang benar-benar janda.
4 Tetapi jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaknya mereka itu pertama-tama belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri dan membalas budi orang tua dan nenek mereka, karena itulah yang berkenan kepada Allah.
5 Sedangkan seorang janda yang benar-benar janda, yang ditinggalkan seorang diri, menaruh harapannya kepada Allah dan bertekun dalam permohonan dan doa siang malam.
6 Tetapi seorang janda yang hidup mewah dan berlebih-lebihan, ia sudah mati selagi hidup.
7 Peringatkanlah hal-hal ini juga kepada janda-janda itu agar mereka hidup dengan tidak bercela.
8 Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.
9 Yang didaftarkan sebagai janda, hanyalah mereka yang tidak kurang dari enam puluh tahun, yang hanya satu kali bersuami
10 dan yang terbukti telah melakukan pekerjaan yang baik, seperti mengasuh anak, memberi tumpangan, membasuh kaki saudara-saudara seiman, menolong orang yang hidup dalam kesesakan – pendeknya mereka yang telah menggunakan segala kesempatan untuk berbuat baik.
11 Tolaklah pendaftaran janda-janda yang lebih muda. Karena apabila mereka sekali digairahkan oleh keberahian yang menceraikan mereka dari Kristus, mereka itu ingin kawin
12 dan dengan memungkiri kesetiaan mereka yang semula kepada-Nya, mereka mendatangkan hukuman atas dirinya.
13 Lagipula dengan keluar masuk rumah orang, mereka membiasakan diri bermalas-malas dan bukan hanya bermalas-malas saja, tetapi juga meleter dan mencampuri soal orang lain dan mengatakan hal-hal yang tidak pantas.
14 Karena itu aku mau supaya janda-janda yang muda kawin lagi, beroleh anak, memimpin rumah tangganya dan jangan memberi alasan kepada lawan untuk memburuk-burukkan nama kita.
15 Karena beberapa janda telah tersesat mengikut Iblis.
16 Jika seorang laki-laki atau perempuan yang percaya mempunyai anggota keluarga yang janda, hendaklah ia membantu mereka sehingga mereka jangan menjadi beban bagi jemaat. Dengan demikian jemaat dapat membantu mereka yang benar-benar janda.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ