SAUH BAGI JIWA
Setia dan Rela
“Pada waktu itu lewat seorang yang bernama Simon, orang Kirene, ayah Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota, dan orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus” (Markus 15:21)
“Pada waktu itu lewat seorang yang bernama Simon, orang Kirene, ayah Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota, dan orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus” (Markus 15:21)
Pernahkah Anda mendengar istilah ‘memikul salib’? Kemungkinan besar, kita sudah sangat sering menemukan istilah ini, baik dari mendengarkan khotbah maupun ketika sedang membaca Alkitab. Biasanya ketika kita mendengar hal ini, kita akan langsung teringat dengan perintah Tuhan yang berkata bahwa kita harus memikul salib jika ingin mengikuti-Nya (Mat 16:24). Atau, kita juga bisa teringat dengan peristiwa Simon orang Kirene yang membantu Yesus di dalam memikul salib.
Salib ini dapat diartikan sebagai penderitaan yang harus kita alami selama mengikut Tuhan. Selain itu, ketika kita melihat orang lain atau rekan kita sedang menghadapi kesulitan di dalam hidupnya, kita bisa membantu mereka–seperti yang dilakukan Simon yang memikul salib yang bukan miliknya. Tak hanya itu, salib yang harus kita pikul juga melambangkan tugas untuk memberitakan Injil Tuhan serta menjadi garam dan terang dunia.
Memberitakan Injil Tuhan juga dapat menjadi suatu tugas atau perintah yang terkadang sulit untuk kita lakukan. Entah itu karena kita malu, takut, atau tidak kunjung membuahkan hasil. Hal ini dapat membuat kita bersungut-sungut dan akhirnya tidak ingin melakukan tugas ini lagi.
Tapi mari kita lihat Simon orang Kirene yang membantu Yesus memikul salib. Dia dikatakan baru datang dari luar kota, kemudian dia dipaksa untuk memikul salib. Menariknya, di dalam Alkitab, tidak dituliskan bahwa Simon membawa salib tersebut dengan marah-marah atau dengan bersungut-sungut. Terpaksa atau tidak, Simon tetap melakukan tugas itu.
Pada hari ini, janganlah kita merasa malu atau takut ketika memikul salib ini. Janganlah kita bersungut-sungut dan menyerah ketika rasanya usaha penginjilan kita sia-sia. Sekali ditolak, bangkit dan lakukan lagi. Dua kali ditolak, bangkit dan coba lagi. Sebab sesungguhnya, tugas kita hanyalah untuk menabur benih, sedangkan yang memberikan pertumbuhan adalah Tuhan (1 Kor 3:6). Maka, teruslah bergiat untuk memikul salib kita, yaitu mengabarkan Injil, sampai akhirnya waktu kita sudah habis di dunia ini. Apabila kita berlaku setia, nantinya kita akan mendapatkan upah yang besar dari Tuhan. Tuhan memberkati kita semua.
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 14-15 Februari 2026
1. Bacalah renungan “SETIA DAN RELA”
2. Berikanlah contoh dalam kehidupan sehari-hari, seperti bagaimanakah kita “memikul salib”? Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita dapat dengan setia dan rela “memikul salib”.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.