SAUH BAGI JIWA
Doa Syafaat
Bacaan Alkitab Harian –
“Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang” (1 Timotius 2:1)
“Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang” (1 Timotius 2:1)
Alkitab telah menyebutkan bahwa salah satu ciri manusia pada akhir zaman adalah adanya sikap mencintai diri sendiri. Bahkan sikap ini diletakkan di urutan pertama (2 Tim 3:2). Tidak heran jika kita melihat ada banyak orang yang egois, tidak peduli terhadap orang lain di zaman sekarang ini.
Dahulu, jika terjadi suatu kecelakaan di jalan, orang-orang akan segera datang untuk memberi pertolongan. Namun sekarang, ketika kecelakaan itu terjadi, orang akan lebih banyak menonton daripada menolong. Berbagai alasan dipakai untuk mendukung dan membenarkan perbuatan tersebut. Ada yang tidak mau mencampuri urusan orang lain. Ada yang terlalu sibuk, sehingga tidak ada waktu untuk menolong. Ada yang takut disusahkan. Ada juga yang memang sama sekali tidak peduli karena tidak memiliki hati nurani.
Tapi sebagai pengikut Kristus, kita harus berbeda dengan orang dunia. Markus 12:31 berkata, “Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” Tuhan sendiri memerintahkan kita untuk mengasihi sesama seperti mengasihi diri kita sendiri. Setelah mengasihi Tuhan, kita harus mengasihi sesama. Kita tidak boleh bersikap egois, melainkan harus memperhatikan kepentingan orang lain, bahkan menganggap orang lain lebih utama daripada diri sendiri (Flp 2:3-4).
Demikian pula dalam hal doa. Dalam metode Doa Lima Jari, jari kelingking–jari yang paling kecil dan terletak di ujung adalah simbol doa untuk diri sendiri. Maka, ketika berdoa, kita dapat mendoakan orang-orang lain terlebih dahulu. Terakhir, barulah kita mendoakan diri kita sendiri. Dari lima jari, hanya ada satu jari untuk diri sendiri. Ini berarti bahwa kita harus lebih banyak mendoakan orang lain. Inilah doa syafaat, doa yang kita naikkan untuk orang lain.
Di dalam Alkitab, ada banyak contoh tentang doa syafaat. Misalnya, doa Abraham untuk kota Sodom dan Gomora, doa Musa untuk umat Israel yang berdosa, doa Ayub untuk sahabat-sahabatnya, doa Paulus untuk umat percaya, dan doa Tuhan Yesus bagi para penyalib-Nya.
Doa syafaat sangat penting untuk dilakukan oleh umat Kristen. Ketika kita melakukannya, berarti kita telah menjadi manusia baru dan dewasa secara rohani. Kita tidak lagi hanya mementingkan diri sendiri, namun berlaku seperti Tuhan Yesus yang menunjukkan kasih kepada orang lain. Marilah kita bersikap peduli terhadap kebutuhan dan keadaan orang lain. Mungkin kita tidak dapat membantu dalam banyak hal, namun kita semua dapat membantu dalam doa. Doa itu sangat bermanfaat dan memiliki kuasa yang besar (Yak 5:16b).
Oleh karena itu, kita harus banyak mendoakan orang lain, tetapi terutama untuk menyelamatkan jiwa mereka, bukan hanya untuk pemenuhan kebutuhan jasmani. Marilah kita menaikkan doa syafaat agar sebanyak mungkin orang dapat mendengar Injil, bertobat, dan diselamatkan. Dan hendaknya kita terus melakukannya dengan kesungguhan hati. Tuhan Yesus memberkati kita.
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
1 Timotius 2:1-7
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Mengenai doa jemaat
1 Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,
2 untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.
3 Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita,
4 yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.
5 Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,
6 yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.
7 Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul – yang kukatakan ini benar, aku tidak berdusta – dan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ