SAUH BAGI JIWA
Iman yang Karam
Bacaan Alkitab Harian –
“Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka” (1 Timotius 1:19)
“Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka” (1 Timotius 1:19)
Kapal karam adalah suatu kondisi di mana suatu kapal tenggelam seluruhnya atau sebagian. Kondisi ini juga bisa berarti suatu kapal mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat berfungsi, atau terdampar akibat kecelakaan di laut, sungai, atau danau. Faktor penyebabnya dapat bermacam-macam, bisa karena faktor alam, seperti badai; faktor teknis, seperti kerusakan mesin; ataupun faktor manusia, seperti kurangnya pengalaman awak kapal. Beberapa contoh kapal karam yang terkenal adalah kapal Titanic di tahun 1912 dan kapal MV Sewol di tahun 2014.
Tentu, peristiwa kapal karam ini adalah suatu hal yang mengerikan. Awalnya mungkin kapal tersebut berlayar dengan lancar dan baik-baik saja, namun siapa yang dapat sangka, di tengah perjalanan, kapal tersebut kandas.
Dalam kitab bacaan pada hari ini, Paulus mengatakan bahwa ada beberapa orang yang telah menolak hati nuraninya yang murni, dan karena itu kandaslah iman mereka. Dalam bahasa aslinya, kata ‘kandas’ itu diartikan sebagai ‘kapal karam’. Di antara mereka tersebut adalah Himeneus dan Aleksander.
Paulus menuliskan ‘kandaslah iman mereka’, yang berarti awalnya mereka mempunyai iman, namun di tengah jalan, iman mereka kandas atau rusak. Himeneus dan Aleksander menjadi guru-guru palsu. Himeneus mengajarkan bahwa kebangkitan sudah terjadi dan dengan demikian merusak iman beberapa orang (2 Tim 2:17-18). Sedangkan Aleksander banyak berbuat jahat terhadap Paulus dan menentang ajaran yang dia beritakan (2 Tim 4:14-15). Sungguh sangat disayangkan.
Pada hari ini, kita juga dapat menemukan peringatan keras yang berbunyi: “Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!” (1 Kor 10:12). Semakin kita merasa kuat dan rohani, semakin besar jugalah bahaya kelengahan yang ada. Maka, kita perlu bersandar selalu kepada Tuhan.
Perkataan Paulus lainnya yang dapat kita perhatikan juga adalah ketika ia berkata kepada Timotius agar ia dapat memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni. Sebab, oleh karena beberapa orang menolak hati nurani yang murni itulah, iman mereka menjadi kandas, dan mereka menjadi guru-guru palsu. Guru-guru palsu memberitakan ajaran palsu karena memiliki tujuan dan kepentingan pribadi. Mereka bahkan tidak memahami apa yang mereka sendiri ajarkan (1 Tim 1:7).
Semua pelayanan yang kita lakukan, termasuk pemberitaan Injil, harus berasal dari iman dan hati nurani yang murni, bukan berdasarkan pada ambisi pribadi. Jika kita tetap mencari kebenaran dengan tulus dan karena iman, mencari kehendak Allah dan bukan pujian manusia, kita pasti akan mendapatkan kebenaran serta keyakinan yang mendalam. Apabila kita mengajarkan kebenaran dari Allah dengan pemahaman dan keyakinan yang murni, kita dapat menjadi pelayan Allah yang sesungguhnya.
Kiranya melalui renungan hari ini kita dapat ingat untuk menjaga iman kita agar tidak kandas di tengah jalan. Dalam pertandingan hidup ini, marilah kita berjuang dengan iman dan hati nurani yang murni. Kiranya semua pelayanan yang kita miliki dilakukan untuk kepentingan Tuhan, bukan untuk kepentingan diri sendiri. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
1 Timotius 1:18-20
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Tugas Timotius
18 Tugas ini kuberikan kepadamu, Timotius anakku, sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan tentang dirimu, supaya dikuatkan oleh nubuat itu engkau memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni.
19 Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka,
20 di antaranya Himeneus dan Aleksander, yang telah kuserahkan kepada Iblis, supaya jera mereka menghujat.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ