SAUH BAGI JIWA
Khasiat Doa Syafaat
Bacaan Alkitab Harian –
“Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu” (2 Tesalonika 3:1)
“Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu” (2 Tesalonika 3:1)
Doa bukanlah hal yang asing bagi umat Kristen, karena Alkitab banyak mencatatkan mengenai teladan orang-orang kudus berdoa dan mengenai doa yang memiliki kekuatan. Selain doa untuk diri sendiri, setiap orang percaya dapat memanjatkan doa untuk orang lain atau untuk mereka yang kita kenal. Doa ini disebut sebagai doa syafaat.
Dalam suratnya yang kedua kepada jemaat di Tesalonika, Paulus memohon dukungan doa jemaat, khususnya dalam pemberitaan Injil dan penggembalaan domba Allah. Hal ini membuktikan kerendahan hati Paulus, bahwa dalam pemberitaan Injil, ia tidak bergantung kepada hikmat manusia (1Kor 2:1, 4-5). Ia percaya akan kuasa Tuhan dalam menyelenggarakan tugas yang dipercayakan kepadanya.
Ayat emas kita pada hari mencerminkan kepercayaan Paulus bahwa kemajuan Injil yang tersebar dalam jemaat Tesalonika juga merupakan kuasa dari Tuhan. Maka, ia pun mendorong jemaat agar tidak berhenti berdoa.
Memang, dalam kumpulan jemaat Tesalonika, telah muncul beberapa pengacau yang salah menafsirkan surat pertama Paulus mengenai kedatangan Tuhan. Karena hal ini, beberapa jemaat menjadi kacau dalam imannya dan percaya kepada pemberitaan yang salah itu. Selain itu, Paulus juga menghadapi orang-orang jahat saat memberitakan Injil, yakni bukan saja mereka tidak mau percaya, namun mereka juga menganiaya dan berusaha membinasakan Paulus.
Oleh karena ia menghadapi berbagai macam kesulitan dan tekanan dalam penginjilan serta penggembalaan gereja tersebut, maka Paulus memohon agar jemaat dapat mendoakannya. Paulus juga percaya bahwa doa yang dipanjatkan oleh jemaat akan membawa dampak yang baik, yaitu untuk menguatkan hati dan memelihara jemaat dari yang jahat. Doa syafaat ini seirama dengan apa yang diajarkan Tuhan Yesus dalam Doa Bapa Kami, yang berbunyi: “janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat” (Mat 6:13).
Melalui bacaan Alkitab ini, kita dapat belajar bahwa doa bukanlah hal yang klise bagi umat Kristen. Doa memiliki khasiat. Dan khasiatnya ada banyak, termasuk dapat memajukan pengabaran Injil, menolong orang-orang kudus agar dijauhkan dari marabahaya, dan untuk memelihara kehidupan jemaat.
Melihat khasiat doa syafaat ini, seharusnya kita semua tidak berhenti memanjatkan doa (1Tes 5:17), termasuk untuk mendoakan orang lain. Penulis
Biarlah kita mau ambil bagian dalam doa syafaat ini, agar setiap pekerjaan Tuhan dapat terus berjalan dan terselesaikan dengan baik saat kedatangan-Nya yang kedua kali. Kiranya Tuhan Yesus memberkati kita selalu. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
2 Tesalonika 3:1-5
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Berdoa dan bekerja
1 Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu,
2 dan supaya kami terlepas dari para pengacau dan orang-orang jahat, sebab bukan semua orang beroleh iman.
3 Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat.
4 Dan kami percaya dalam Tuhan, bahwa apa yang kami pesankan kepadamu, kamu lakukan dan akan kamu lakukan.
5 Kiranya Tuhan tetap menujukan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ