SAUH BAGI JIWA
Merasa Khawatir
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur” (Filipi 4:6)
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur” (Filipi 4:6)
Setiap orang pasti pernah merasa khawatir di dalam hidupnya. Khawatir adalah ungkapan perasaan yang wajar dimiliki setiap orang. Perasaan ini muncul karena adanya ketidakpastian, misalnya dalam hal pekerjaan, pernikahan, anak, pendidikan, kesehatan, dan hal lainnya.
Respon terhadap khawatir ini berbeda pada setiap orang. Ada yang tangannya akan menjadi gemetaran dan basah, ada yang merasa kesulitan tidur, ada yang tidak dapat makan, dan masih banyak lagi. Jika respon terhadap rasa khawatir ini tidak ditangani dengan baik, maka kekhawatiran berlebihan ini akan menimbulkan gangguan kecemasan.
Dalam Alkitab, diceritakan ada seorang raja yang merasa takut, karena negaranya akan diserang oleh suatu laskar yang besar, yang datang dari seberang Laut Asin, dari Edom. Raja tersebut adalah Raja Yosafat, dan laskar yang akan menyerangnya adalah gabungan dari bani Moab, bani Amon, dan sepasukan orang Meunim. Walaupun dia merasa takut, namun Raja Yosafat tidak menjadi terpuruk, malah ia dapat berhasil memenangkan pertempuran. Mengapa bisa begini?
2 Tawarikh 20:3 menuliskan, “Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa.” Raja Yosafat menghadapi rasa takutnya dengan bersandar kepada TUHAN.
Hasilnya, TUHAN-lah yang berperang bagi mereka. Hal ini tercatat dalam
Dalam ayat emas kita pada hari ini, kita dapat melihat bagaimana Rasul Paulus menasihati kita untuk tidak khawatir tentang apa pun juga. Sebelumnya, Tuhan Yesus pun pernah memberikan nasihat agar tidak khawatir, karena kekhawatiran tidak menambahkan apa-apa dalam jalan hidup kita (Mat 6:27). Justru, kekhawatiran sering kali mengganggu kedamaian dalam hidup kita.
Bagi yang merasa khawatir, cemas, atau takut, firman Tuhan mengajarkan agar kita hendaknya menyatakan segala hal dalam doa dan permohonan kepada Allah. Saat kita menyerahkan segala kekhawatiran kita kepada Allah, percayalah bahwa Allah akan memelihara kita. Percayalah juga bahwa Allah akan memberikan kita kekuatan dan damai sejahtera.
Tentu kita tidak dapat bersandar dan mengandalkan kekuatan dan kemampuan diri sendiri. Maka, marilah kita datang ke hadapan Tuhan, berdoa dan bersyukur, sehingga rasa khawatir ini dapat kita atasi dengan kekuatan dan pimpinan daripada-Nya. Kita dapat belajar dari Raja Yosafat, bagaimana ia menangani ketakutannya dengan datang memohon kepada TUHAN, dan TUHAN pun membantunya. Tuhan Yesus menyertai kita semua. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 31 Januari – 1 Februari 2026
1. Bacalah renungan “MERASA KHAWATIR”
2. Hal apakah yang seringkali membuat Anda khawatir? Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita dapat menyerahkan segala kekhawatiran kita kepada-Nya, karena Dialah yang memelihara kita.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.