SAUH BAGI JIWA
Memelihara Kesatuan
“Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh…” (Efesus 4:3)
“Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh…” (Efesus 4:3)
Ada sebuah kerajaan makmur dan sentosa yang dipimpin oleh seorang raja yang dicintai rakyatnya. Raja ini menyadari bahwa usianya sudah semakin menua, sehingga ia harus menyerahkan tampuk kekuasaannya kepada dua orang anaknya. Namun, sayangnya dua anaknya itu tidak pernah akur dari kecil hingga dewasa. Raja pun sangat sedih, karena jika keadaan ini terus berlanjut, kerajaan tersebut akan menjadi mudah terpecah dan tercerai-berai.
Singkat cerita, sang Raja memerintahkan kedua anaknya tersebut untuk mengambil sebatang sumpit dan dipatahkan menjadi beberapa bagian. Hal ini dapat mereka lakukan dengan mudah. Lalu, Raja memberikan tiga batang sumpit dan mereka harus mematahkannya menjadi beberapa bagian sekaligus. Hal ini tidak mudah dilakukan, sehingga mereka pun menyerah.
Sang Raja pun berkata, “Begitu pula dengan kalian. Jika kalian bersatu, maka kalian akan menjadi kuat dan sulit untuk dihancurkan. Tapi jika kalian terpecah, kalian akan sangat mudah untuk dikalahkan.”
Dari kisah ini kita dapat belajar bahwa jika kita mempunyai kesatuan, maka kita tidak akan mudah terpecah atau tercerai-berai oleh ancaman, baik dari dalam maupun dari luar. Sebaliknya, jika kita tidak ada kesatuan, maka kita akan menjadi lemah dan mudah untuk menjadi hancur. Itulah sebabnya kesatuan adalah suatu komponen yang penting, baik dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun dalam gereja.
Kesatuan adalah hal yang sangat indah. Rasul Paulus mendorong jemaat di Efesus agar hidup mereka sesuai dengan panggilan mereka, yaitu sebagai anggota dari satu tubuh dalam Kristus. Dorongan ini juga ditujukan bagi kita yang hidup dalam gereja sekarang ini. Kita membutuhkan suatu kesatuan. Dalam hal apa sajakah kita harus mempunyai kesatuan?
Rasul Paulus menyebutkan agar kita memelihara kesatuan Roh yang terdiri dari: satu tubuh, satu Roh, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua.
Meskipun kita berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, namun kita semua telah dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi anggota tubuh-Nya. Maka, hendaklah kita semua bersatu menjadi satu tubuh dengan menjadikan Tuhan Yesus sebagai kepala. Selain itu, kiranya kita mengejar kesatuan Roh Kudus dan menyembah satu Tuhan yang sama, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Sebagai bagian dari tubuh-Nya, kiranya kita juga memiliki pemahaman akan keyakinan yang sama terhadap firman Tuhan, dibaptis dalam Kristus, dan hanya melayani Dia, Juruselamat kita.
Apabila kita terus hidup dalam kesatuan ini, maka kasih Kristus pun akan semakin nyata dalam kehidupan kita. Dengan memelihara kesatuan Roh, kita bisa saling mendukung, menolong, menguatkan, dan bekerja sama untuk melakukan kehendak Tuhan. Sedangkan jika kita membiarkan ego atau perbedaan pendapat memecah kesatuan ini, maka kita seperti sedang menghambat pekerjaan Tuhan dan hal ini dapat memicu perpecahan.
Oleh karena itu, marilah kita belajar untuk menjaga kesatuan dalam Tuhan. Kita dapat memulainya dengan hal-hal kecil, seperti tidak cepat marah atau menuduh, mau saling memperhatikan dan menolong, belajar mengalah, dan hal-hal lainnya. Jangan biarkan ancaman-ancaman yang datang merusak dan menghancurkan kesatuan yang telah ada. Karena, “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!” (Mzm 133:1).
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 31 Januari – 1 Februari 2026
1. Bacalah renungan “MERASA KHAWATIR”
2. Hal apakah yang seringkali membuat Anda khawatir? Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita dapat menyerahkan segala kekhawatiran kita kepada-Nya, karena Dialah yang memelihara kita.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.