SAUH BAGI JIWA
Memuliakan dan Dimuliakan di dalam Tuhan
Bacaan Alkitab Harian –
“…sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus” (2 Tesalonika 1:12)
“…sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus” (2 Tesalonika 1:12)
Saudara-saudari yang terkasih di dalam Tuhan, mungkin kita pernah mendengar suatu khotbah atau motivasi dari seseorang, entah itu dari seorang motivator atau pendeta, yang mengatakan bahwa ‘hidup harus mempunyai tujuan’. Sebagian besar dari kita pasti juga akan setuju dengan pernyataan tersebut, di mana kehidupan kita sebagai manusia harus mempunyai tujuan. Mengapa? Karena hidup tanpa tujuan seperti berjalan tanpa arah.
Pernah suatu kali, ada seorang istri berkata kepada suaminya, “Pa, ayo kita jalan-jalan keluar, cari angin segar.” Lalu si suami menjawab ajakan tersebut dengan sebuah pertanyaan, “Jalan-jalan keluar ke mana?” Sang istri pun tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut, ia hanya menjawab, “Pokoknya keluar jalan-jalan saja.” Akhirnya, si suami menjadi bingung, mau ke mana arah dan tujuan mereka ketika keluar jalan-jalan.
Saudara-saudari, seperti ini jugalah sebuah gambaran ketika kehidupan kita tidak mempunyai arah dan tujuan. Kita akan menjadi bingung mau mengarahkan langkah dan tujuan hidup ke mana. Selain itu, kita juga akan mengalami kesulitan untuk memahami apa tujuan kita menjalaninya.
Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Tesalonika mendoakan sekaligus mengingatkan akan tujuan hidup ini. Ia senantiasa berdoa supaya jemaat Tesalonika menjadi layak dalam panggilan-Nya sebagai pengikut Tuhan Yesus Kristus. Di sisi yang lain, Rasul Paulus juga mengatakan, “…sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia.” Artinya, ada sebuah tujuan dari kehidupan orang-orang percaya di dalam Tuhan, yaitu untuk memuliakan-Nya dan dimuliakan di dalam-Nya.
Lalu, hal yang menjadi sebuah perenungan dan pertanyaan bagi kita saat ini adalah sudahkah hidup kita memuliakan Tuhan?
Jika memuliakan Tuhan telah menjadi sebuah tujuan hidup kita, maka secara otomatis kita akan mengarahkan setiap langkah kehidupan kita untuk kemuliaan nama-Nya. Tentunya, kita akan senantiasa menjaga sikap dan perbuatan kita, karena kita tidak ingin mencoreng nama Tuhan. Ketika kita melakukan sesuatu yang tidak memuliakan nama-Nya, secara sadar kita pun akan merasa bersalah di hadapan-Nya. Kiranya kita dapat menjadi pribadi yang peka terhadap hal ini. Apabila hal ini menjadi semakin tidak kita sadari, artinya sensitivitas rohani dan rasa takut kita akan Tuhan perlu dipertanyakan kembali.
Marilah kita ingat bahwa ketika kita mengarahkan kehidupan kita untuk kemuliaan nama Tuhan, maka Tuhan Yesus pun akan memuliakan nama kita di dalam-Nya–tentu kita menginginkan hal ini. Kiranya Tuhan Yesus menyertai kita semua. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
2 Tesalonika 1:11-12
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
11 Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu,
12 sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ