SAUH BAGI JIWA
Bertumbuh dalam Penindasan dan Penganiayaan
Bacaan Alkitab Harian –
“…sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita” (2 Tesalonika 1:4)
“…sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita” (2 Tesalonika 1:4)
Setiap orang tidak mengharapkan adanya sakit-penyakit dan berusaha untuk menghindarinya. Sama halnya dengan kesulitan dalam hidup, ini merupakan hal yang tidak pernah diharapkan oleh kita dan yang kita coba untuk hindari. Namun apa daya, seperti penyakit yang bisa datang kapan saja, kesulitan juga sama.
Bukan berarti kita tidak menjaga diri kita dari penyakit atau kesulitan. Namun hal-hal ini merupakan hal-hal yang tidak terprediksi dan tidak dapat kita hindari. Tiba-tiba saja menghampiri diri kita.
Oleh karena itu, kiranya fokus kita tidak hanya diletakkan pada bagaimana cara menghindarinya, tapi juga harus diletakkan di posisi bagaimana kita merespon hal ini ketika terjadi. Sering kali banyak orang hanya berfokus kepada bagaimana cara menghindarinya, tanpa memikirkan bagaimana semestinya merespon. Karena tidak pernah memikirkan sebelumnya cara merespon dengan benar ketika hal itu terjadi, maka tidak jarang seseorang akhirnya menjadi putus asa dan depresi. Bahkan, beberapa orang mungkin sampai kehilangan iman.
Dalam Alkitab, kita dapat melihat bagaimana jemaat Tesalonika juga mengalami kesulitan, berupa penindasan dan penganiayaan.
Ayat ini menjelaskan bahwa di dalam penindasan dan penganiayaan, iman dari jemaat di Tesalonika justru semakin bertambah dan kasih mereka seorang akan yang lain juga semakin kuat. Bukankah ketika mengalami penindasan, iman kita biasanya menjadi lemah? Bukankah ketika mengalami penganiayaan, kasih kita biasanya menjadi dingin dan kita menjadi hanya berfokus pada diri sendiri?
Ketika mengalami penindasan, iman kita dapat menjadi semakin kuat hanya jika kita mencari kekuatan di dalam Tuhan. Ketika kita tidak mencari kekuatan di dalam-Nya dan malah bergantung pada kekuatan kita sendiri, maka di situlah penindasan akan melemahkan iman kita.
Kasih kita juga dapat menjadi semakin kuat di tengah-tengah penganiayaan hanya jika kita tetap memberi perhatian dan kasih kepada orang lain. Ketika kita hanya berfokus pada diri kita sendiri dan mengasihani diri sendiri, maka penganiayaan itu akan membuat kasih kita menjadi semakin dingin.
Jemaat di Tesalonika merespon penindasan dan penganiayaan mereka dengan cara yang berbeda. Di tengah penindasan, mereka mencari Tuhan dengan lebih lagi. Di tengah penganiayaan, mereka saling memperhatikan dan mengasihi dengan lebih lagi. Dengan demikian, penindasan dan penganiayaan itu bukannya menjadi batu sandungan yang menjatuhkan mereka, melainkan menjadi batu pijakan untuk menuju kerohanian yang lebih tinggi.
Kiranya sebagai umat percaya, kita dapat belajar dari jemaat di Tesalonika. Pertambahan maupun penurunan iman dan kasih bukan bergantung pada keadaan eksternal yang sedang baik atau tidak. Hal itu bergantung pada cara kita merespon keadaan tersebut. Kiranya kita dapat menjadi pengikut Kristus yang senantiasa bertumbuh dalam keadaan apa pun, bahkan dalam penindasan dan penganiayaan. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
2 Tesalonika 1:1-10
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Salam
1 Dari Paulus, Silwanus dan Timotius, kepada jemaat orang-orang Tesalonika di dalam Allah Bapa kita dan di dalam Tuhan Yesus Kristus.
2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
Ucapan syukur dan doa
3 Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu,
4 sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita:
5 suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu.
6 Sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu
7 dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala,
8 dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita.
9 Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya,
10 apabila Ia datang pada hari itu untuk dimuliakan di antara orang-orang kudus-Nya dan untuk dikagumi oleh semua orang yang percaya, sebab kesaksian yang kami bawa kepadamu telah kamu percayai.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ