SAUH BAGI JIWA
Respon terhadap Teguran
Bacaan Alkitab Harian –
“Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang” (1 Tesalonika 5:14)
“Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang” (1 Tesalonika 5:14)
Sebagai makhluk sosial, kita tidak pernah dapat hidup seorang diri. Kita membutuhkan orang lain dalam melakukan kegiatan kita sehari-hari. Namun, tak bisa dipungkiri, semakin banyak kita berinteraksi dengan orang lain, maka semakin besar pula kemungkinan terjadinya gesekan dan perselisihan. Demikian pula dalam kehidupan bergereja. Kritikan dan perselisihan sering timbul. Efek daripadanya tergantung oleh bagaimana kita menanggapinya.
Bila kita menanggapi kritik dan teguran tersebut dengan respon negatif, maka kita akan membenci orang yang menegur kita tersebut. Iman kita akan melemah, membuat kita menjadi malas untuk beribadah dan mengambil bagian dalam pelayanan. Tentu, hal ini dapat berakibat buruk untuk pertumbuhan iman kerohanian kita.
Tapi apabila kita mau berbesar hati dan menanggapi teguran tersebut dengan kepala dingin, maka iman kerohanian kita dapat bertumbuh. Hal ini karena kita akan belajar untuk mengambil hikmah dari nasihat dan kritik dari orang lain tersebut. Melalui nasihat yang membangun, kita dapat mengintrospeksi diri sendiri, sehingga kita dapat mengetahui dan memperbaiki kekurangan yang kita miliki.
Menerima saran, kritik, dan teguran dari orang lain tentu bukan sesuatu yang menyenangkan. Kekecewaan dan kekesalan dapat timbul dalam hati kita. Mungkin kita merasa direndahkan dan dianggap tidak dapat melakukan tugas dengan baik. Dengan kerendahan hati, hendaknya kita dapat tetap dikuatkan untuk memperbaiki kesalahan dan bangkit kembali menjadi versi diri kita yang lebih baik. Dengan demikian, iman kita dalam Tuhan pun akan semakin disempurnakan.
Kita dapat belajar dari tokoh Raja Daud yang mau menerima teguran keras dari Nabi Natan, saat Daud jatuh ke dalam dosa dengan mengambil istri Uria. Sebagai seorang raja, dia bisa saja menghukum mati atau memenjarakan Nabi Natan. Tapi, dia justru menerima teguran itu dan mengakui dosanya. Kita juga dapat belajar bagaimana Petrus yang dengan rendah hati menerima teguran Paulus dan tetap memanggilnya sebagai saudara yang kekasih.
Lagipula, seorang saudara yang baik adalah dia yang akan menegur dan menasihati dengan kasih, saat melihat teman atau saudaranya melakukan suatu kesalahan. Hal ini adalah lebih baik daripada membiarkan mereka tersesat tanpa ada yang mengingatkan (Ams. 27:5). Namun, saat kita ingin menasihati orang lain, agar ucapan dan perilaku kita tidak menyinggung atau menyakiti mereka, kita memerlukan hikmat dari Tuhan. Dengan pimpinan Roh Kudus, mereka akan memahami bahwa nasihat dan teguran yang kita berikan adalah bentuk kasih dan perhatian kita yang tulus agar mereka tidak terjerumus.
Gesekan dan perselisihan dalam hidup bergereja adalah nyata. Bagaimana cara kita meresponnya dapat menentukan apakah iman kita bergerak mundur, berjalan di tempat, atau berjalan maju. Respon kita juga dapat menentukan, apakah teguran itu meruntuhkan iman kita atau justru mempertajam iman kita. Jika kita memutuskan untuk bangkit dan mempertajam iman kita dari setiap teguran dan nasihat tersebut, selamat, iman kita telah naik satu tingkat! Kiranya damai sejahtera Kristus menyertai kita semua. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
1 Tesalonika 5:12-22
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Nasihat-nasihat
12 Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu;
13 dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain.
14 Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang.
15 Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang.
16 Bersukacitalah senantiasa.
17 Tetaplah berdoa.
18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
19 Janganlah padamkan Roh,
20 dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat.
21 Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.
22 Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ