SAUH BAGI JIWA
Nasihat untuk Berjaga-jaga
Bacaan Alkitab Harian –
“Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar” (1 Tesalonika 5:6)
“Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar” (1 Tesalonika 5:6)
Rasul Paulus mengatakan bahwa kita yang telah percaya kepada Tuhan Yesus adalah anak-anak siang. Siang adalah waktu yang biasanya kita pakai untuk bekerja. Maka, sebagai anak-anak siang, kiranya kita tidak tidur, baik dalam arti jasmani maupun rohani. Secara jasmani, kita harus giat bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menjalankan peran kita sebagai anggota keluarga dan masyarakat dengan baik. Sementara itu, secara rohani, kita harus dengan aktif memelihara iman, takut akan Tuhan, taat melakukan firman-Nya, serta giat melayani.
Kiranya kita tidak menganggap bahwa karena kita telah percaya kepada Tuhan, maka kita pasti akan selamat. Keselamatan itu memang diberikan secara cuma-cuma, namun kita harus mengerjakan keselamatan itu dengan rasa takut dan gentar. Sebab kelak, kita harus mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita di hadapan Tuhan.
Selain itu, kita juga harus sadar bahwa Iblis selalu ada di sekitar kita. Dia terus mengintai dan siap untuk menjatuhkan jika kita lengah. Saat ini, Iblis menawarkan dunia untuk mengalihkan perhatian dan menjerat kita. Dan masalahnya, walaupun kita sudah percaya kepada Tuhan, daging kita sering kali masih lemah (Mat 26:41). Secara daging, tentu dunia lebih menarik. Lalu, jika dunia telah masuk ke dalam hati dan pikiran kita, percayalah, perlahan tapi pasti, dunia akan menjauhkan kita daripada Tuhan. Itulah sebabnya Tuhan Yesus dan para rasul sering memberi nasihat untuk berjaga-jaga.
Nasihat tersebut bukan hanya diberikan kepada orang yang lemah secara rohani, melainkan juga kepada mereka yang dapat dikatakan memiliki iman yang kuat. Jemaat Tesalonika adalah jemaat yang benar-benar percaya kepada Tuhan dan mereka telah mempraktikkan ajaran Tuhan. Mereka juga terbukti telah tahan uji ketika menghadapi penderitaan yang berat. Namun, Rasul Paulus tetap menasihatkan mereka untuk berjaga-jaga dan sadar.
Jadi, bukan berarti orang yang merasa imannya kuat tidak perlu berjaga-jaga. Justru mereka harus lebih waspada, sebab orang-orang demikian akan menjadi sasaran empuk Iblis. Ingatlah bahwa Iblis tahu kelemahan kita. Iblis akan mencari celah dan memakai kesempatan sekecil apa pun untuk menjatuhkan kita.
Hari-hari ini adalah jahat. Jadi, jika kita tidak mau jatuh ke dalam jerat Iblis, berwaspada dan berjaga-jagalah senantiasa. Kita harus bersikap bagaikan seorang prajurit yang sedang berperang–dan kita memang sedang berperang dengan Iblis yang menjadi musuh kita. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah. Jadikanlah firman Tuhan sebagai pedoman hidup kita. Peliharalah iman dan usahakanlah pertumbuhannya, agar kita dapat tetap berdiri teguh ketika pencobaan datang. Jangan lepaskan anugerah keselamatan dan firman yang telah kita terima.
Selain Iblis, alasan lain mengapa kita harus berjaga-jaga senantiasa adalah karena hari Tuhan itu datang seperti pencuri di waktu malam. Kita tidak tahu kapan Tuhan akan datang. Oleh karena itu, kita harus siap sedia setiap saat. Jangan sampai ketika Tuhan datang, kita didapati sedang tidur secara rohani atau sedang melakukan hal yang tidak dikehendaki-Nya. Tuhan Yesus menyertai kita semua. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
1 Tesalonika 5:1-11
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Berjaga-jaga
1 Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu,
2 karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.
3 Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman – maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin – mereka pasti tidak akan luput.
4 Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri,
5 karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.
6 Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.
7 Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam.
8 Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan.
9 Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita,
10 yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia.
11 Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ