SAUH BAGI JIWA
Empat Kebajikan
“Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu” (Efesus 4:2)
“Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu” (Efesus 4:2)
Suatu hari, seorang hakim yang bernama Gideon berhadapan dengan suku Efraim yang marah karena tidak dipanggil untuk berperang melawan bangsa Midian. Mereka menjadi marah karena merasa diabaikan.
Lalu bagaimana respon Gideon? Gideon menjawab, “Apa perbuatanku dalam hal ini, jika dibandingkan dengan kamu? Bukankah pemetikan susulan oleh suku Efraim lebih baik hasilnya dari panen buah anggur kaum Abiezer? Allah telah menyerahkan kedua raja Midian itu, yakni Oreb dan Zeeb, ke dalam tanganmu; apa yang telah dapat kucapai, jika dibandingkan dengan kamu?” (Hak 8:2-3).
Respon Gideon ini meredakan amarah suku Efraim terhadap dirinya. Ia tidak tersulut emosi dan tidak ikut terbakar dalam sikap amarah. Sebaliknya, ia menunjukkan sikap rendah hati, sabar, lemah lembut, dan penuh kasih kepada suku Efraim.
Melalui sikap Gideon ini, kita dapat belajar beberapa kebajikan yang dapat kita lakukan dalam kehidupan kita. Kebajikan yang pertama adalah kerendahan hati. Daripada membela diri, Gideon justru mau merendahkan dirinya dan mengangkat kelebihan yang dimiliki oleh orang lain. Ia juga tidak menganggap kemenangan itu berasal daripada dirinya, melainkan dari Allah.
Kita pun dapat bersyukur dan menghargai bantuan serta kontribusi dari orang lain dalam hidup kita, terutama kepada Allah. Tanpa Allah, mustahil hidup kita di dunia akan terpelihara. Hanya dengan bantuan Allah-lah, bangsa Israel dapat memenangkan pertempuran dengan bangsa Midian tersebut. Begitu pula dengan kita, hanya dengan bantuan Allah saja kita dapat menghadapi kesulitan-kesulitan yang kita temui. Maka, rendahkanlah hati kita.
Kebajikan yang kedua adalah sikap sabar. Saat dia menerima tuduhan yang berapi-api dari orang-orang Efraim, Gideon tidak langsung buru-buru membalasnya dengan amarah kembali. Dia justru menjawab mereka dengan sabar.
Kebajikan ini berkaitan dengan kebajikan yang ketiga, yaitu kelemahlembutan. Kata-kata yang dikeluarkan Gideon juga bukanlah kata-kata yang menyakitkan, tajam, atau menyinggung. Kata-kata yang dia pilih adalah perkataan yang membangun dan menenangkan hati.
Jika saja Gideon mengeluarkan kata-kata tajam dan menyampaikannya dengan tidak sabar, mungkin suku Efraim akan menjadi semakin marah dan keadaan menjadi semakin buruk. Oleh karena itu, marilah kita belajar dari Gideon untuk dapat bersikap sabar ketika menghadapi orang lain yang sedang marah, kecewa, atau salah paham kepada kita. Jangan sampai perkataan kita malah membuat suasana menjadi semakin panas dan tidak terkendali (Ams. 15:1).
Terakhir adalah kasih. Gideon menunjukkan kasih kepada sesamanya dengan memilih jalan damai. Tuhan Yesus pun mengajarkan agar kita berdamai dengan orang lain sebelum kita memberikan persembahan kepada Tuhan (Mat 5:23-24). Mengampuni dan membawa damai mungkin terkadang terasa sulit untuk dilakukan, apalagi jika kita adalah pihak yang tertuduh atau dirugikan. Namun, dalam situasi seperti inilah kasih kita diuji. Kasih yang dari Tuhan akan memampukan kita untuk dapat tetap bersikap lembut dan melakukan kasih kepada sesama.
Agar dapat melakukan empat kebajikan ini, kita memerlukan pertolongan dari Tuhan. Mohonlah akan Roh Kudus untuk menyertai kita dalam mengusahakan kebajikan-kebajikan ini. Kiranya kita semua dapat memelihara dan melakukan empat kebajikan ini sehingga kita dapat memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera. Tuhan Yesus menyertai kita semua. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 24-25 Januari 2026
1. Bacalah renungan “EMPAT KEBAJIKAN”
2. Dari keempat hal ini: rendah hati, lemah lembut, sabar, dan penuh kasih, manakah yang menurut Anda paling tidak mudah untuk dilakukan. Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita dapat semakin baik dalam melakukan kebajikan-kebajikan ini.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.