SAUH BAGI JIWA
Hidup yang Menyenangkan Hati Tuhan
Bacaan Alkitab Harian –
“Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus” (1 Tesalonika 4:7)
“Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus” (1 Tesalonika 4:7)
Pada umumnya seseorang akan berusaha untuk menyenangkan hati orang yang dikasihinya. Oleh karena itu, orang tersebut akan berusaha untuk mengenal apa yang disukai dan apa yang bisa melukai orang yang dikasihinya tersebut. Hadiah yang mahal pun bisa tidak berarti jika tidak sesuai dengan hati penerimanya. Demikian juga dengan Tuhan. Kita bisa melakukan banyak hal yang terlihat rohani untuk menyenangkan hati Tuhan antara lain seperti pelayanan, nyanyian pujian, persembahan bagi Tuhan. Namun jika hal tersebut tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, maka semuanya tidak akan menyenangkan hati Tuhan.
Jemaat Tesalonika saat itu hidup dalam budaya yang menganggap percabulan sebagai hal yang biasa. Rasul Paulus mengingatkan mereka bagaimana caranya untuk menyenangkan hati Tuhan, “Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan..” Yang dimaksud dengan percabulan dalam konteks bahasa Yunani adalah segala perbuatan hubungan seksual di luar pernikahan, termasuk hubungan seks sebelum pernikahan, perzinahan, dan nafsu seksual yang tidak terkendali. Bila kita melakukan dosa percabulan berarti kita berbuat dosa terhadap diri sendiri dan terhadap Allah (1Kor 6:18).
Di tengah kemajuan teknologi saat ini, banyak hal dapat dilakukan melalui gadget kita. Di satu sisi, berbagai platform digital media sosial dapat memberikan kita kemudahan komunikasi, wawasan, hiburan dan pengetahuan serta informasi yang bermanfaat. Namun, bila kita tidak berjaga-jaga, kita akan dengan mudah jatuh ke dalam pencobaan dan menjadi tercemar oleh keinginan dosa percabulan ini.
Tuhan mau kita menjadi manusia baru yang diperbaharui dari hari ke hari oleh kuasa Roh KudusNya. Hanya dengan bersandar Roh Kudus, kita akan bisa menang atas godaan dan bujukan dosa. Tanpa kekudusan, kita tidak akan bisa masuk ke dalam Kerajaan Sorga untuk melihat Allah (Ibr 12:14). Rasul Paulus pun pernah menasihati para jemaat di Korintus tentang pentingnya menjaga kekudusan di hadapan Allah, “Saudara-saudariku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita semua menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Tuhan” (2 Kor 7:1).
Oleh karena itu sudah sepatutnya kita terus menjaga tubuh, hati, pikiran, perkataan dan perbuatan kita agar tetap kudus dan tidak bercela di hadapan Tuhan sampai kedatangan Tuhan kembali. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
1 Tesalonika 4:1-12
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Nasihat supaya hidup kudus
1 Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi.
2 Kamu tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang telah kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus.
3 Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan,
4 supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan,
5 bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah,
6 dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu.
7 Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.
8 Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu.
9 Tentang kasih persaudaraan tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri telah belajar kasih mengasihi dari Allah.
10 Hal itu kamu lakukan juga terhadap semua saudara di seluruh wilayah Makedonia. Tetapi kami menasihati kamu, saudara-saudara, supaya kamu lebih bersungguh-sungguh lagi melakukannya.
11 Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu,
12 sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ