SAUH BAGI JIWA
Ketika Mengalami Kesusahan
Bacaan Alkitab Harian –
“…supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu” (1 Tesalonika 3:3)
“…supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu” (1 Tesalonika 3:3)
Masalah, kesusahan, penderitaan, dan malapetaka. Semua itu adalah hal yang familiar bagi kita. Sebagai manusia, semua hal tersebut tidak terelakkan. Sebagai umat Kristen, kita memiliki Tuhan sebagai pelindung kita. Meskipun begitu, kita tidak luput dari segala kesusahan dalam hidup itu. Kita bukanlah kelompok eksklusif, sehingga Tuhan membentengi kita dari segala macam masalah dan penderitaan.
Faktanya, sering kali, Tuhan mengizinkan dan membiarkan kita mengalami kesusahan, untuk melatih dan memurnikan iman kita. Bahkan, pada ayat di atas, Rasul Paulus mengatakan bahwa kita ditentukan untuk itu! Namun, Dia memberikan pencobaan itu sesuai dengan kemampuan kita untuk menanggungnya (1 Kor 10:13). Oleh karena kita harus mengalaminya, kita harus siap dan memiliki sikap yang benar dalam menghadapinya.
Pertanyaan yang dapat kita renungkan sekarang adalah: Seberapa besar kepercayaan kita kepada Tuhan? Selama keadaan kita baik-baik saja dan semua berjalan dengan lancar, sangat mudah bagi kita untuk percaya dan memuji Tuhan. Tapi ketika ada masalah, kesusahan, sakit-penyakit, dan musibah terjadi, apakah kita masih bisa percaya dan berkata bahwa Tuhan itu baik?
Agar kita dapat tetap berdiri teguh di tengah pencobaan, khususnya dalam pencobaan berat, penting bagi kita untuk mengenal Tuhan dengan lebih dalam. Jika kita sungguh-sungguh telah mengenal Tuhan, kita akan tahu siapa dan bagaimana Tuhan itu dalam arti yang sebenarnya. Apa pun yang terjadi, kita akan tetap percaya dan setia kepada-Nya. Sebab kita tahu bahwa rancangan Tuhan atas kita selalu baik. Dia ingin menyelamatkan, bukan mencelakai kita. Bagaimana mungkin Dia hendak mencelakakan kita, jika Dia bahkan rela membiarkan Putra Tunggal-Nya mati demi menyelamatkan kita?
Jika kita mengenal Tuhan dengan baik, kita tentu tahu bahwa ada rencana Tuhan yang indah di balik setiap masalah dan kesusahan yang kita alami. Dengan mengetahui hal ini, niscaya kita akan tabah dan tetap percaya kepada Tuhan. Melalui semua pencobaan itu, kita tahu bahwa Tuhan ingin membentuk kita menjadi pribadi yang layak untuk masuk ke dalam kerajaan-Nya, untuk menerima kemuliaan bersama-sama dengan Yesus.
Tidak ada mahkota tanpa salib. Tidak ada kemuliaan tanpa penderitaan. Melalui penderitaan yang kita alami, Tuhan mengajarkan kita jalan-Nya. Yesuslah teladan kita dalam bersikap ketika mengalami penderitaan. Selain itu, merupakan suatu penghiburan juga bahwa pencobaan-pencobaan yang kita alami tidak akan pernah melebihi kekuatan kita.
Percayalah bahwa jika kita menghadapi segala penderitaan bersama dengan Kristus, kita pasti akan menang, walaupun prosesnya mungkin tidak mudah. Imani perkataan Rasul Petrus ini: “Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya” (1 Ptr 5:10). Tuhan Yesus menyertai kita semua. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
1 Tesalonika 3:1-10
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Kabar baik yang dibawa oleh Timotius
1 Kami tidak dapat tahan lagi, karena itu kami mengambil keputusan untuk tinggal seorang diri di Atena.
2 Lalu kami mengirim Timotius, saudara yang bekerja dengan kami untuk Allah dalam pemberitaan Injil Kristus, untuk menguatkan hatimu dan menasihatkan kamu tentang imanmu,
3 supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu.
4 Sebab, juga waktu kami bersama-sama dengan kamu, telah kami katakan kepada kamu, bahwa kita akan mengalami kesusahan. Dan hal itu, seperti kamu tahu, telah terjadi.
5 Itulah sebabnya, maka aku, karena tidak dapat tahan lagi, telah mengirim dia, supaya aku tahu tentang imanmu, karena aku kuatir kalau-kalau kamu telah dicobai oleh si penggoda dan kalau-kalau usaha kami menjadi sia-sia.
6 Tetapi sekarang, setelah Timotius datang kembali dari kamu dan membawa kabar yang menggembirakan tentang imanmu dan kasihmu, dan bahwa kamu selalu menaruh kenang-kenangan yang baik akan kami dan ingin untuk berjumpa dengan kami, seperti kami juga ingin untuk berjumpa dengan kamu,
7 maka kami juga, saudara-saudara, dalam segala kesesakan dan kesukaran kami menjadi terhibur oleh kamu dan oleh imanmu.
8 Sekarang kami hidup kembali, asal saja kamu teguh berdiri di dalam Tuhan.
9 Sebab ucapan syukur apakah yang dapat kami persembahkan kepada Allah atas segala sukacita, yang kami peroleh karena kamu, di hadapan Allah kita?
10 Siang malam kami berdoa sungguh-sungguh, supaya kita bertemu muka dengan muka dan menambahkan apa yang masih kurang pada imanmu.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ